Selamat Datang di Webnya Satori!!

Cara menginstal FreeBSD

·         Buat terlebih dahulu boot floppy untuk instalasi, dengan cara jalankan perintah makeflp.bat, yang ada pada cdrom. Atau gunakan perintah rawrite atau fdimage seperti di atas (di dalam CD-ROM file di atas sudah ada).

 

            Setelah anda selesai melakukan proses pembuatan boot floppy, maka boot komputer yang hendak anda install FreeBSD dengan floppy disk tersebut. Pada saat komputer boot, anda akan melihat tulisan :

 

            Boot :

 

Pada saat keluar tulisan di atas, maka tekan enter. Setelah ditekan enter maka boot disk FreeBSD akan memeriksa peripheral-peripheral yang ada pada komputer anda.

Lalu akan keluar menu seperti gambar di bawah :

 

 

Pilih menu Express (bagi beginner) atau Custom bagi anda yang ingin meng-customize FreeBSD yang hendak anda install. Mode express sangat cocok untuk pemula, karena anda akan dibimbing oleh menu-menu yang mudah dimengerti untuk proses instalasi FreeBSD.

            Langkah-langkah yang dilakukan dalam instalasi sendiri terdiri dari langkah utama, yaitu : partisi, pemberian nama dan space sub-partisi dari partisi yang ada, pemilihan media instalasi, dan mode instalasi yang menentukan besar space yang dibutuhkan untuk FreeBSD. Dengan menggunakan mode novice ataupun mode config anda akan dibimbing dengan menu-menu yang mudah dimengerti, sampai proses instalasi selesai.

            Apabila anda memilih mode novice, maka anda akan dibimbing dalam proses instalasi dan menu-menu yang mudah dimengerti sampai instalasi usai. Proses yang berlangsung adalah (gambar bisa dilihat pada instalasi mode custom) :

·         Partition editor, di sini anda memilih penggunaan hard disk anda dalam instalasi, apakah semua space yang ada digunakan untuk FreeBSD ataukah menggunakan sebagian saja.

·         Label editor, di sini anda membagi partisi yang telah anda buat menjadi semacam direktori-direktori tempat FreeBSD akan menaruh file. Di sini anda bisa  memilih option A  (Auto default for all) sehingga anda tidak usah memikirkan pembagian-pembagian partisi.

·         Distributions, untuk memilih  file-file yang hendak diinstall, untuk instalasi minimal pilih developer atau user.

·         Media, pilih media instalasi yang hendak digunakan, apabila melalui CD-ROM pilih CD-ROM, sedangkan apabila melalui FTP, pilih FTP.

·         Commit, di sini semua partisi akan dituliskan dan FreeBSD mulai diinstall.

·         Setelah semua proses selesai anda dapat mengkonfigurasi ulang sistem yang telah anda buat.

 

Apabila anda memilih mode custom, maka anda sendiri yang menentukan proses instalasi dari FreeBSD. Keuntungan dari mode custom adalah kita dapat mengatur alokasi space hard disk (apabila terbatas). Pertama kali anda akan langsung masuk ke menu ke dua yang nampak seperti pada gambar :

 

 

pilih menu partition, dengan menu partition anda akan memilih partisi yang hendak anda gunakan untuk instalasi FreeBSD, di sini ditampilkan partisi partisi yang ada pada hard disk anda.

 

 

Anda bisa memilih A (Use Entire Disk), apabila anda menginginkan semua semua space hard disk ingin anda gunakan untuk FreeBSD atau pilih C untuk create partisi sesuai dengan keinginan anda. Setelah selesai maka pilih Finish.   Setelah itu anda akan ditanya menu pilih Boot configuration, apabila semua partisi telah anda buat untuk FreeBSD maka pilih Standard (dengan menekan space bar) atau boot manager apabila dalam hard disk anda terdapat sistem operasi lain (misalkan Windows).

 

 

Lalu anda akan masuk kembali ke menu awal. Di sini anda pilih menu Label, lalu anda akan masuk ke tampilan seperti :

 

 

Di sini anda akan membagi partisi yang telah anda buat, menjadi sub partisi lain dan memberi space hard disk yang hendak anda alokasikan untuk sub partisi tersebut. Sub partisi yang harus ada adalah :

·       / (baca root) yang digunakan untuk root file system yang harus ada pada FreeBSD. Alokasikan sebesar 100 MB.

·       /usr yang digunakan menyimpan aplikasi dan perintah-perintah yang built in pada UNIX. Tergantung pada instalasi, apabila anda hanya ingin menginstall FreeBSD secara minimum maka space yang bisa dialokasikan adalah sebesar 200MB, tetapi apabila anda ingin memasang Xwindow, maka space yang dibutuhkan adalah 500 MB.

·       /var alokasikan sebesar 50 MB.

·       Swap , tempat FreeBSD menempatkan virtual memori, alokasi minimal adalah 2 kali memori yang terdapat di komputer anda.

 

Cara untuk mengalokasikan Sub partisi di atas adalah tekan ‘C’ maka akan keluar tampilan :

isi dengan /, lalu anda akan ditanya space yang dialokasikan isi dengan ‘100MB’. Lalu pilih directory (kecuali untuk swap anda pilih swap). Proses ini terus dilakukan sampai semua sub partisi di atas telah dialokasikan. Apabila semua sub partisi ‘wajib’ di atas dituliskan dan masih tersisa space, maka ulangi lagi langkah di atas, dan anda assign space sisa yang ada dengan nama sub partisi yang anda inginkan, misalkan /data (semua sub partisi di depannya diberi tanda /). Setelah semua proses di atas selesai dilakukan tekan ‘Q’ untuk finish dan akan kembali ke menu semula.

            Atau apabila anda merasa cara di atas sulit dimengerti, gunakan option A (Auto default for all) yang akan otomatis membagi partisi menjadi sub-partisi yang dibutuhkan.

            Sekarang pilih menu Media, apabila anda menginstall dari CD-ROM, maka pilih CD-ROM dan anda akan dibawa kembali ke menu semula, sedangkan apabila menggunakan FTP, maka anda pilih menu FTP.

 

 

Apabila menggunakan FTP maka akan muncul list ftp sites yang bisa anda gunakan, di sini pilih ftp sites yang sekiranya cepat dan mudah dicapai untuk instalasi FreeBSD.

Sekarang pilih menu  distributions, untuk memilih apa saja yang hendak di install dalam FreeBSD dan space yang dibutuhkan untuk pilihan instalasi yang hendak anda pilih. Setelah anda pilih menu tersebut, akan keluar menu :

 

 

apabila yang anda inginkan instalasi minimal, maka anda pilih menu developer atau user, sedangkan apabila anda ingin memasang juga Xwindow, maka pilih All. Setelah anda selesai memilih, anda akan dibawa kembali ke menu semula.

            Sekarang pilih commit, dengan memilih commit anda berarti siap menginstall FreeBSD. Apabila anda menggunakan CD-ROM, maka FreeBSD akan diinstall dari CD-ROM, sedangkan apabila menggunakan FTP, maka installer akan didownload dari ftp site yang telah anda pilih.

            Setelah proses ini selesai, anda telah berhasil menginstall FreeBSD !!. Setelah ini anda akan dibawa kembali ke menu konfigurasi.

 

 

Pilih menu root passwd, dengan memilih ini anda akan diminta mengisi root passwd yang dapat merupakan super user dari FreeBSD. Apabila anda menginginkan aplikasi lain yang terdapat dalam package CD-ROM, pilih packages dan pilih aplikasi yang hendak anda tambahkan dalam sistem anda. Di sini juga anda dapat mengkonfigurasi FreeBSD sebagai internet server. Apabila anda ingin mencoba FreeBSD yang telah anda install, maka pilih exit dan komputer akan reboot dan menjalankan FreeBSD sebagai sistem operasinya. Pertama kali anda masuk FreeBSD, maka akan ada tampilan seperti :

 

 

                       

FreeBSD (nama komputer anda) (ttyv0)

 

login: root

Password:

 

ketik pada login prompt ‘root’ dan isi dengan passwd yang telah anda pasang tadi. Apabila ingin membuka konsol lain, gunakan Alt-F1, atau Alt-F2, dan seterusnya. Anda akan masuk ke FreeBSD, di sini anda bisa mempelajari perintah-perintah UNIX yang bisa dibaca dari buku-buku yang beredar di pasaran.

            Demikian sekilas cara instalasi FreeBSD…

March 20, 2008 Posted by satori125 | Uncategorized | | No Comments Yet

Osi Layer

Alur Data
Alur Data yang dimaksud adalah proses berjalannya sebuah data dari sumber ke tujuan melalui OSI layer. Jadi untuk mencapai tujuan sebuah data harus melalui lapisan-lapisan OSI terlebih dahulu.

Berikut akan dijelaskan bagaimana jalannya data dari host A menuju host B :
1. Pertama-tama data dibuat oleh Host A. Kemudian data tersebut turun dari Application layer sampai ke physical layer (dalam proses ini data akan ditambahkan header setiap turun 1 lapisan kecuali pada Physical layer, sehingga terjadi enkapsulasi sempurna).
2. Data keluar dari host A menuju kabel dalam bentuk bit (kabel bekerja pada Physical layer).
3. Data masuk ke hub, tetapi data dalam bentuk bit tersebut tidak mengalami proses apa-apa karena hub bekerja pada Physical layer.
4. Setelah data keluar dari hub, data masuk ke switch. Karena switch bekerja pada Datalink layer/ layer 2, maka data akan naik sampai layer 2 kemudian dilakukan proses, setelah itu data turun dari layer 2 kembali ke layer 1/ phisycal layer.
5. Setelah data keluar dari switch, data masuk ke router. Karena router bekerja pada layer 3/ Network layer, maka data naik sampai layer 3 kemudian dilakukan proses, setelah itu data turun dari layer 3 kembali ke layer 1 , dan data keluar dari router menuju kabel dalam bentuk bit.
6. Pada akhirnya data sampai pada host B. Data dalam bentuk bit naik dari layer 1 sampai layer 7. Dalam proses ini data yang dibungkus oleh header-header layer OSI mulai dilepas satu persatu sesuai dengan lapisannya (berlawanan dengan proses no 1 ). Setalah data sampai di layer 7 maka data siap dipakai oleh host B.
Comments (1)
August 25, 2006
OSI Layer
Filed under: Networking

Udah lama juga gw gak nulis-nulis lagi mengenai jaringan komputer. Kali ini gw akan bahas mengenai lapisan yang sangat terkenal di dunia jaringan. OSI Layer. Lapisan yang menjadi konsep dasar suatu jaringan komputer. Kalo kita udah kuasain lapisan ini, satu langkah mudah untuk mendalami jaringan komputer. in my humble opinion.

Model OSI
Informasi yang melewati jaringan komputer dari satu komputer ke komputer yang lainnya tidak terjadi begitu saja, melainkan melalui beberapa proses yang panjang yang melewati berbagai lapisan dari suatu jaringan komputer. Pertama-tama informasi dirubah menjadi data-data yang kemudian diolah kembali menjadi beberapa segmen. Dari segmen ini diolah lagi menjadi paket-paket yang kemudian menjadi bit. Bit-bit inilah yang nantinya dikirim melalui media transmisi jaringan komputer ke komputer lain untuk diproses balik menjadi informasi asal.

Pada awalnya, ketika network baru muncul, kebanyakan komputer hanya dapat berkomunikasi dengan komputer yang dibuat oleh perusahaan yang sama. Selain itu banyaknya proses yang terjadi dalam pengiriman informasi memerlukan suatu keseragaman diantara perusahaan pembuat peralatan jaringan. Hal ini dilakukan untuk mempermudah pengertian, penggunaan dan desain pengolahan data.

Oleh karena itu, pada tahun 1970 International Standard Organization (ISO) mengeluarkan suatu model referensi Open System Interconnection (OSI) sebagai solusi untuk mengatasi masalah kompatibilitas. Model referensi OSI tidak membahas secara detail cara kerja dari lapisan OSI tersebut, melainkan hanya memberikan suatu konsep proses yang terjadi dan berbagai protokol yang dapat dipakai di masing-masing lapisan. Dikatakan sebgai model referensi karena OSI bukanlah suatu model fisik, melainkan sebuah panduan bagi pembuat aplikasi agar dapat membuat dan mengimplementasikan aplikasi yang bisa berjalan di jaringan.

Referensi Model OSI
OSI terdiri dari 7 lapisan yang terbagi menjadi 2 group. Tiga layer teratas menjelaskan bagaimana aplikasi berkomunikasi dengan aplikasi yang lain dan bagaimana berkomunikasi dengan user. Empat layer di bawahnya menjelaskan bagaimana data dipindahkan dari satu tempat ke tempat yang lain. Ketujuh layer tersebut yaitu: Application, Presentation, Session, Transport, Network, Datalink, Physical. (Gw biasa ngapalin: All People Seem To Need Data Processing)

Application
Layer Application merupakan tempat dimana user atau pengguna berinteraksi dengan komputer. Layer ini sebenarnya hanya berperan ketika user membutuhkan akses ke network. Sebagai contoh, kita dapat mengakses web browser tanpa adanya kartu jaringan atau komponen networkin yang lain. Tetapi keadaan menjadi kacau ketika kita mengakses file HTML dengan menggunakan HTTP karena browser harus memberikan respon terhadap permintaan dengan mengakses layer Application. Dengan kata lain, browser tidaklah berada di layer Application, tapi berfungsi sebagai interface dengan protokol layer Application ketika browser membutuhkan sumber daya remote. Selain itu layer Application bertanggung jawab terhadap keberadaan sumber komunikasi yang dituju serta menentukan apakah sumber daya komunikasi yang dituju tersedia. Contoh: www (IE, Mozilla, Opera), e-mail gateway (SMTP, X.400), electronic data interchange (EDI), utility navigasi internet (Google, Yahoo!).

Presentation
Layer ini menyajikan data ke layer Application dan bertanggung jawab pada penerjemahan data dan format kode (program). Layer ini pada dasarnya adalah sebagai penerjemah dan melakukan fungsi pengkodean dan konversi. Layer Presentation memastikan agar data yang berasal dari layer Application di satu komputer dapat dibaca oleh layer Application di komputer yang lain. Contoh: PICT, TIFF, JPEG, MIDI, MPEG, QuickTime, RTF

Session
Layer ini berfungsi untuk menciptakan, mengatur, dan mengakhiri sebuah sesi antara 2 buah host yang berhubungan. Layer Session melakukan koordinasi komunikasi antar sistem dan menawarkan tiga mode berikut: simplex, half-duplex dan full-duplex. Layer Session pada dasarnya menjaga terpisahnya data dari aplikasi yang satu dengan data dari aplikasi yang lain. Contoh: Network File System (NFS), Remote Procedure Call (RPC), X Window, AppleTalk Session Protocol (ASP), NetBEUI.

Transport
Pada lapisan ini segmentasi data dilakukan oleh host yang akan mengerim data, kemudian pada host yang menerima akan melakukan proses penyusunan kembali segmen tersebut menjadi data. Layer Transportation manjaga agar tranportasi data bisa terjamin dengan cara melakukan deteksi error, melakukan pemulihan error dan pengaturan alur. Lapisan ini juga melakukan proses menciptakan, kemudian menjaga, dan mengakhiri hubungan dalam sebuah virtual circuit, artinya koneksi atau hubungan yang terbentuk di antara dua buah host di jaringan. Contoh: TCP, UDP, SPX.

Network
Layer Network mengelola pengalamatan peralatan, melacak lokasi peralatan di jaringan dan menentukan cara terbaik untuk memindahkan data, artinya layer Network harus mengangkut lalu lintas antar peralatan yang tidak terhubung secara lokal. Router berada pada lapisan ini. Contoh: IP, IPX, ARP, RARP.

Datalink
Layer ini menciptakan proses pengiriman data yang baik pada hubungan fisik. Jadi data link akan selalu berhubungan dengan alamat fisik (bukan alamat logika), topologi jaringan, akses jaringan, notifikasi error, flow control. Lapisan ini berhubungan dengan frame dan MAC (Media Access Control). Layer Datalink memiliki dua buah sublayer, yaitu Media Acces Control (MAC) 802.3 dan Logical Link Control (LLC) 802.2. Switch berada pada lapisan ini. Contoh: PPP, SLIP, MTU, Ethernet

Physical
Layer Physical melakukan dua hal: mengirim bit dan menerima bit. Bit hanya mempunyai dua nilai, 1 dan 0. Layer ini berhubungan dengan masalah listrik, prosedural, mengaktifkan, menjaga, dan menonaktifkan hubungan fisik. Layer ini juga berhubungan dengan tingkatan karakter voltase, waktu perubahan voltase, jarak maksimal transmisi, konektor fisik, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan fisik. Hub berada pada lapisan ini. Contoh: 10BaseT, 100BaseTX, HSSI, V.35, X.21.

March 20, 2008 Posted by satori125 | Uncategorized | | No Comments Yet